Last update: February 21, 2026
Kurma adalah buah dari pohon Phoenix dactylifera yang telah dikonsumsi manusia selama ribuan tahun, terutama di wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara. Selain dikenal sebagai makanan sunnah dan sajian khas Ramadan, kurma juga populer karena rasanya manis alami dan kandungan nutrisinya yang padat. Tidak hanya sebagai sumber energi cepat, kurma menyimpan berbagai senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.




Manfaat
Konsumsi kurma secara rutin dan wajar dapat memberikan sejumlah manfaat berikut:
- Sumber energi alami – Kandungan gula alaminya (glukosa, fruktosa) membantu memulihkan energi dengan cepat.
- Mendukung kesehatan pencernaan – Serat pada kurma membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan usus.
- Menjaga kesehatan jantung – Kalium dan antioksidan membantu mengontrol tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah.
- Mendukung kesehatan otak – Senyawa antioksidan berperan dalam mengurangi peradangan dan stres oksidatif pada sel saraf.
- Baik untuk ibu hamil – Konsumsi kurma dikaitkan dengan persiapan persalinan yang lebih baik pada trimester akhir.
Kandungan Nutrisi
Dalam 100 gram kurma kering, rata-rata terkandung:
- Energi: ± 275–280 kkal
- Karbohidrat: ± 74–75 gram
- Gula alami: ± 63–66 gram
- Serat: ± 6–7 gram
- Protein: ± 2–2,5 gram
- Lemak: ± 0,3–0,5 gram
- Kalium: ± 650–700 mg
- Magnesium: ± 50–55 mg
- Zat besi: ± 0,9 mg
- Vitamin: B6, niasin, folat (jumlah sedang)
Kurma juga mengandung polifenol dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan alami.
Dosis Konsumsi
Kurma aman dikonsumsi setiap hari selama dalam jumlah wajar:
- 3–5 butir per hari cukup untuk mendapatkan manfaat energi dan serat.
- Untuk kebutuhan energi cepat (misalnya setelah puasa atau olahraga), kurma bisa dikonsumsi bersama air atau susu.
- Penderita diabetes sebaiknya membatasi porsi dan mengonsumsinya bersama sumber protein atau serat lain.
Efek Samping
Meskipun alami, konsumsi kurma berlebihan dapat menimbulkan efek kurang nyaman:
- Lonjakan gula darah bila dikonsumsi dalam jumlah besar sekaligus.
- Kembung atau begah pada orang dengan sistem pencernaan sensitif karena kandungan serat dan gula tinggi.
- Penambahan berat badan bila asupan kalori tidak dikontrol.
Kurma umumnya aman, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu.
Penelitian Ilmiah
Beberapa penelitian mendukung manfaat kurma bagi kesehatan:
- Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan kurma kaya antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif.
- Penelitian klinis melaporkan konsumsi kurma pada trimester akhir kehamilan dapat membantu memperpendek fase persalinan dan mengurangi kebutuhan induksi.
- Ulasan ilmiah di Nutrients Journal menyimpulkan bahwa kurma berpotensi mendukung kesehatan jantung dan pencernaan berkat serat dan polifenolnya.